Novel Shine Karya Jessica Jung: Bersinar Bagaikan Bintang

 


  • Identitas Buku
Judul : Shine
Penulis : Jessica Jung
Penerbit                   : Gramedia Pustaka Utama 
Kota terbit : Jakarta
Cetakan IV : Juni 2021 
Alih bahasa         : lingliana
Ilustrator                 : Martin Dima
Jumlah halaman : 360 halaman
ISBN     : 9786020645667


  • Pendahuluan 
      Setelah hengkang dari girl group populer Girls' Generation, Jessica Jung memulai debutnya di dunia menulis dengan merilis novel pertamanya yang berjudul Shine. Novel yang ditulis selama 2,5 tahun itu bahkan telah memasuki daftar lima besar buku dengan penjualan terbaik New York Times dan menjadi pilihan editor buku di Amazon. Jessica Jung terinspirasi untuk menulis novel berdasarkan pengalamannya sebagai trainee dan idola K-pop, setelah menghabiskan lebih dari 13 tahun bekerja di industri ini. Novel yang dirilis pada September 2020 lalu ini bergenre young-adult dan mengisahkan seorang gadis yang menjadi trainee di sebuah agensi hiburan besar di Korea Selatan bernama Rachel Kim. Novel Shine merupakan novel pertama Jessica Jung yang dilanjutkan dengan novel sekuelnya, berjudul Bright. 

       Novel ini pertama kali dirilis dengan Bahasa Inggris pada tanggal 29 September 2020. Kemudian, hak cipta penerjemahan dirilis ke dalam 11 bahasa lainnya termasuk Korea, Brazil, dan Indonesia. Kesuksesan Shine membuat novel ini akan diadaptasi ke dalam film. Glasstown Entertainment selaku perusahaan pengembang buku Shine, juga sudah bekerja sama dengan Matt Kaplan untuk mengadaptasi bukunya ke dalam film. Hal ini menunjukkan kesuksesan Jessica Jung dalam memulai debutnya di dunia menulis.

  • Sinopsis
      Novel ini dimulai dengan pengenalan tokoh Rachel Kim yang berkebangsaan Korea-Amerika berusia tujuh belas tahun. Ia direkrut ke salah satu label musik terbesar Korea Selatan DB Entertainment enam tahun lalu. Rachel sangat paham tentang apa yang diperlukan untuk menjadikannya sebagai idola. Bagi Rachel, menjadi seorang bintang K-Pop adalah hal yang berat. Banyak aturan yang harus dilewati. Baginya, seorang bintang K-Pop harus menjaga diri dari skandal-skandal yang dapat menghancurkan karirnya. “Well, pepatah itu sangat benar dalam duniaku, di mana semua orang selalu mengawasi dan rahasia-rahasiamu bisa membunuhmu. Atau, paling tidak, rahasia-rahasia itu bisa membunuh kesempatanmu untuk bersinar” (Halaman 7). Begitu Jessica membuka cerita dengan mengungkap sisi gelap dari dunia hiburan.

     Suasana mulai tegang ketika desas-desus mulai beredar di sekitar perusahaan bahwa DB Entertainment berencana untuk segera mendebutkan girl group baru. Rachel bertekad untuk memasuki line-up terakhir itu. Ia tahu bahwa jika dirinya melewatkan kesempatan kali ini, ia menyia-nyiakan perjuangannya selama enam tahun belakangan.

    Rachel mengerti bahwa perjuangannya selama enam tahun itu tidak cukup pantas untuk bisa debut. Ia mulai mendapat rintangan bagaikan badai yang membuatnya bimbang untuk menggapai mimpinya itu. Rekan trainee  Rachel, Choo Mina, putri salah satu orang kaya paling kuat di Korea Selatan, menjadi saingan terberatnya setelah terjadi kesalahpahaman tentang senioritas  pada hari pertamanya sebagai trainee. Perlakuan yang seharusnya diberikan oleh CEO Mr. Noh kepadanya, telah berpaling ke Mina. Kemudian, Rachel menjadi sasaran bullying Mina hingga ia dipanggil dengan nama ejekan "Putri Rachel". 

    Ibu Rachel terbukti menjadi penghalang Rachel. Ia mendorong Rachel untuk lebih fokus pada pekerjaan sekolahnya dan mengurangi waktu untuk pelatihan menyanyi. Sebagai mantan bintang olahraga, ibu Rachel tahu semua tentang tekanan dalam kompetisi pada anak kesayangannya itu. Ia tidak ingin Rachel memusatkan seluruh perhatiannya pada mimpi yang mungkin tidak menjadi kenyataan. Untungnya, ayah Rachel dan saudara perempuannya yang bernama Leah jauh lebih mendukung Rachel. Meskipun Rachel masih harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk bersekolah di Seoul International School. 

    Kemudian, Rachel menghadapi masalah ketika ia bertemu dengan Jason Lee. Jason adalah anak emas DB Entertainment. Ia adalah penyanyi utama Next Boyz, boy group hit terbaru label musik tersebut. Semakin ia melihat Jason, semakin dekat mereka, sampai Rachel dengan serius harus menghadapi kenyataan bahwa mengejar hubungan seperti ini bisa merampas mimpinya. 

    Konflik semakin memanas ketika Rachel gagal dalam audisi penyanyi wanita untuk berduet dengan Jason Lee. Ia gagal karena Choo Mina-lah yang menghancurkan audisinya. Mina diam-diam memberikan minuman keras padanya sehingga ia muntah di panggung. Namun, Rachel tidak menyerah. Ia mencari cara lain untuk bisa menonjol di antara trainee lain. Ia meminta bantuan ke mentornya yang bernama Chung Yujin. Mereka kemudian menyusun rencana untuk membuat video Rachel bernyanyi menjadi viral. Tak lama, keinginaan Rachel terpenuhi. Video menyanyinya menjadi viral. Ia berharap supaya para petinggi memilihnya untuk berduet dengan Jason. Karena itu lah satu-satunya kesempatan agar dirinya menjadi dikenal oleh petinggi DB. Ia berharap dengan berduet bersama Jason, dirinya dapat debut di girl group baru itu. 

    Cerita semakin menegangkan. Awalnya, para petinggi telah memilih Mina untuk berduet dengan Jason. Tetapi video Rachel sangat membuat mereka terkesan, sehingga mereka memutuskan untuk membuat mereka bertiga bernyanyi bersama. Kesuksesan lagu itu membuat trio tersebut melakukan tur keliling Asia dan Amerika Utara. Hubungan Mina dan Rachel menjadi semakin rumit saat tur. Tepat ketika Rachel mengira dirinya bersahabat dengan Mina, Mina kembali menghancurkan ekspektasi Rachel. Saat Mina meminjam sepatu Rachel untuk bernyanyi di tur mereka, dirinya tergelincir dari panggung karena hak sepatu tersebut patah. Ia menganggap sepatu yang rusak itu adalah jebakan dari Rachel. Nyatanya, Rachel tulus meminjamkan sepatunya itu kepada Mina karena ia menganggap Mina adalah sahabatnya. Keadaan menjadi lebih buruk ketika Rachel menemukan foto paparazzi yang menunjukkan Mina dan Jason tampak sangat dekat. 

    Tapi itu semua adalah rencana DB. Bukan hanya Mina dan Jason, tapi juga hubungan Rachel dengannya. Ia menemukan bahwa semua kencan rahasia Mina dan Jason benar-benar hanya diatur untuk mempromosikan Jason, yang ingin meninggalkan Next Boyz untuk bersolo karier. Meskipun Jason bersikeras bahwa perasaannya untuknya adalah nyata, Rachel putus dengannya. Ia kemudian belajar bahwa dunia entertainment yang sangat ingin dia masuki bahkan lebih kejam dari yang dia kira.

    Sekarang, hubungan Rachel dan Mina makin rumit. Namun terlepas dari semua ini, Rachel bertekad untuk terus maju, terutama ketika ia terpilih menjadi anggota girl group ‘Girls Forever’ yang telah lama ia nantikan. Dirinya terpilih menjadi anggota girl group baru DB, bersama Mina. Tidak peduli apa pendapat publik mengenai dirinya, ia akan berjuang untuk bersinar di atas panggung. Jadi, setelah Mina mencoba menghancurkannya lagi dengan video dirinya dengan Jason, Rachel tidak ragu untuk membalas Mina.  Tepat sebelum tahap debut mereka, Rachel meraihnya dan menghancurkan handphone-nya di tempat. Dan kemudian, ia berjalan di tengah panggung, dengan delapan gadis membuntuti di belakangnya, dan melangkah tepat ke lampu sorot. Kemudian ia bersinar bagaikan bintang. “Ini adalah waktuku untuk bersinar. Dan aku tidak akan membiarkan siapa pun menghentikanku” (Halaman 355). Jessica Jung menutup novel Shine dengan akhir yang spektakuler.


  • Kelebihan Novel Shine Karya Jessica Jung 
  1. Mengangkat tema yang unik.
    Tema yang diangkat Jessica dalam novel pertamanya ini unik dan berani. Novel ini menggambarkan betapa kerasnya perjuangan seorang trainee untuk dapat debut di atas panggung, serta menceritakan secara rinci kondisi sebenarnya dibalik kesuksesan dan kemewahan bintang K-Pop. Novel debut Jessica ini memberikan pengetahuan tentang risiko untuk menjadi seorang artis. Tema ini merupakan tema yang berani, terutama penulis menggambarkannya dengan sangat detail dan lengkap. Novel ini juga mengangkat tema bullying pada remaja, sisi gelap dunia hiburan, dan isu-isu seperti standar kecantikan. Selain itu, penulis memberi bumbu-bumbu kisah percintaan Rachel dengan Jason beserta dilema untuk menggapai cita-cita, yang menggambarkan kehidupan Rachel sebagai seorang remaja berusia tujuh belas tahun. Sehingga cerita novel ini sangat menyenangkan dan seru bagi pembaca, terutama pembaca yang masih berusia remaja.

    2. Konflik dan alur yang seru.

    Konflik yang dihadirkan dalam novel ini membuat pembaca penasaran untuk membaca kelanjutan cerita. Seperti pada akhir bab tujuh (Halaman 121), penulis menuliskan “Aku kini semakin dekat dengan kesempatan keduaku. Dan aku tidak akan membiarkannya berlalu begitu saja”. Kalimat tersebut membuat pembaca merasa penasaran. Apa yang akan dilakukan Rachel untuk bisa memanfaatkan kesempatan keduanya itu? Rasa penasaran yang besar membuat pembaca merasa tidak bosan dan membaca novel tersebut hingga tamat. Novel ini juga merupakan novel beralur maju, sehingga pembaca semakin penasaran untuk membaca  cerita hingga tamat.

    3. Cerita yang deskriptif dan rinci.

    Meski ini adalah novel debut Jessica Jung, tulisannya mudah dipahami dan membuat pembaca tidak kebingungan. Penulis memberi detail yang sangat rinci sehingga pembaca seolah-olah dapat merasakan apa yang dirasakan oleh tokoh utama. Detail ini membuat pembaca dapat merasakan emosi para tokoh, terutama pembaca yang masih pemula dalam dunia novel. Pembaca dapat cepat paham bagaimana lika-liku perjuangan tokoh utama untuk menggapai mimpinya. Contohnya pada akhir bab dua puluh empat (Halaman 326), “Hatiku hancur berkeping-keping. Aku berusaha menggapai diriku dari masa lalu–semua versi diriku yang lebih muda, yang sudah mempertahankan impian ini untukku. Diriku yang berusia sebelas tahun yang menginginkan semua ini lebih dari segalanya, dengan kecintaan kepada K-Pop dan kebahagiaan akibat musik ini yang menyinari langkahku, menunjukkan jalan kepadaku, menunjukkan apa yang harus kulakukan. Pengkhianatan Jason sudah menghancurkan diriku seutuhnya”. Kalimat tersebut menjelaskan secara rinci bagaimana perasaan Rachel terhadap keinginannya untuk menjadi bintang K-Pop, serta tokoh Jason yang membuat perasaannya hancur. 

    3. Cover dan kertas dalam novel yang rapi dan indah.

    Cover buku dan susunan kertas dalam novel memang terlihat sepele, tetapi bagi pembaca hal ini juga penting. Karena, jika cover dan kertas yang digunakan tidak sesuai dan berantakan, pembaca pasti merasa pusing dan malas untuk membacanya. Dalam novel versi terjemahan Bahasa Indonesia, novel Shine memiliki cover berwarna ungu tua beserta bintang-bintang berkilauan. Cover tersebut menggambarkan seorang Rachel yang ingin bersinar bagaikan bintang di langit. Pada cover bagian belakang, terdapat identitas penulis, sinopsis, beserta identitas penerbit yang membuat tataan novel ini menjadi lengkap dan rapi.

    Ukuran kertas yang digunakan juga sangat pas untuk dipegang dan dibawa ke mana-mana, yaitu berukuran sekitar 20×13 cm. Bahan yang digunakan untuk bagian cover juga tebal, serta terdapat huruf timbul pada bagian cover depan. Sedangkan bahan kertas yang digunakan untuk bagian dalam bertekstur halus dan berwarna putih gading (putih kekuning-kuningan), sehingga pembaca bisa nyaman membaca dan tidak sakit mata. Selain itu, terdapat pembatas buku yang bisa memudahkan pembaca untuk bisa mengetahui halaman mana yang terakhir dibaca.

    5. Pesan moral yang memotivasi.

    Pesan moral yang terdapat dalam novel ini dapat memotivasi pembaca, terutama pembaca yang masih remaja untuk teguh dan percaya diri dalam mencapai impiannya. Meskipun banyak rintangan yang harus dihadapi, seperti tokoh Rachel yang mengorbankan segalanya demi mimpinya menjadi penyanyi, kita harus tetap semangat untuk mencapai cita-cita yang kita impikan. Seperti pada akhir cerita (Halaman 355), Jessica menambahkan kata-kata menyentuh seperti “Aku teringat pada para haenyo, Ketika kami merasa tidak sanggup melakukan pekerjaan ini lagi, kami teringat bahwa kami sudah melakukannya, dan kami akan terus berusaha untuk melakukannya”, serta pada kalimat “Ini adalah waktuku untuk bersinar. Dan aku tidak akan membiarkan siapa pun menghentikanku”. Kalimat tersebut membuat pembaca merasa termotivasi untuk bisa mencapai mimpi seperti tokoh Rachel. 

  • Kekurangan Novel Shine karya Jessica Jung
    1. Kisah percintaan tokoh utama yang dibuat sedikit berlebihan.

    Kisah percintaan Rachel dan Jason memang menjadi poin penting di novel ini. Boleh-boleh saja penulis memasukkan beberapa adegan romantis karena novel ini bergenre young-adult dengan rating pembaca 15+. Dan juga, hal tersebut merupakan hal yang wajar karena tokoh utama masih berusia remaja yang sedang mengalami fase labil dan bimbang dalam mengambil keputusan. Hanya saja, beberapa adegan dibuat sedikit berlebihan. Contohnya, pada saat Rachel liburan ke Tokyo bersama Jason beserta adiknya (Leah), dan pada saat Jason membuntuti Rachel hingga ke sekolahnya. Adegan tersebut tampak sedikit berlebihan untuk anak berusia tujuh belas tahun. Jason berperan sebagai artis senior, sehingga sedikit tidak masuk akal untuk bisa pergi bebas bersama kekasihnya. Di mana aturan agensi Jason melarang artisnya untuk berpacaran.  Namun, bila tidak ada kisah percintaan Jason dan Rachel, pembaca pasti akan jenuh dengan alur cerita yang begitu-begitu saja. Bumbu-bumbu percintaan keduanya juga menghidupkan cerita. Kekurangan ini juga dapat ditutupi dengan adegan luar biasa Rachel saat berduet dengan Jason, beserta adegan spektakuler lainnya. 

    2. Karakter yang kurang kuat.

    Selain kisah percintaan, karakter tokoh juga penting untuk membuat cerita lebih realistis. Jessica Jung mungkin menulis novel ini berdasarkan pengalamannya sebagai bintang K-Pop selama bertahun-tahun. Dalam novel ini, karakter Rachel digambarkan sebagai gadis yang cantik alami tanpa perlu operasi plastik, kurus tanpa perlu diet ketat, cerdas, berbakat besar, menyayangi adiknya, dan tidak pernah ‘keluar jalur’, meskipun kesialan kerap menimpanya. Hal ini sedikit disayangkan karena membuat cerita kurang realistis bagi pembaca. Meskipun Rachel adalah seorang selebritas, ada baiknya jika sifat-sifatnya masih tetap relatable bagi pembaca. Karakter yang ‘tidak sempurna’ mungkin membuat pembaca merasakan hal yang sama di kehidupan nyata. Tetapi, usaha Jessica untuk menyorot isu bullying, standar kecantikan, dan operasi plastik sangatlah luar biasa. Karena, isu yang diangkat merupakan isu yang sedikit sensitif. Sehingga meskipun ini novel pertamanya, Jessica Jung dinilai cukup berani untuk mengangkat isu-isu tersebut.
 
    3. Penulisan istilah asing yang kurang tepat.

    Novel ini bertema K-Pop, sehingga wajar saja bila ada kata atau istilah Korea. Terlebih, sang penulis pernah tinggal di Korea Selatan cukup lama. Penulis juga berkebangsaan Amerika, sehingga cukup banyak istilah asing dalam novel debutnya itu. Sah-sah saja bila ada kata asing yang muncul dalam novel ini. Tetapi, Novel Shine terbit dalam berbagai bahasa, terutama dirilis pertama kali dengan Bahasa Inggris. Lebih baik jika semua kata atau istilah dalam Bahasa Korea diberi penjelasan. Karena, pembaca novel ini tentunya tidak berasal dari satu negara saja. Sehingga tidak semua pembaca mengerti arti dari istilah asing tersebut. 

    Dalam novel ini, ada beberapa istilah asing yang sudah diberi penjelasan, tetapi ada juga yang belum. Contohnya pada bab lima belas (Halaman 221), “Umma tidak berkata apa-apa sementara ia menggunting naengmyeon-nya”, serta pada bab enam belas “Aigoo, anak konyol. Aku tahu apa yang kauinginkan”. Kata ‘naengmyeon’ dan ‘Aigoo’ merupakan kata dalam Bahasa Korea. Tidak semua orang tahu apa arti dari istilah asing tersebut, sehingga lebih baik penulis memberikan penjelasan mengenai arti istilah asing tersebut. Memang, sebagian besar pembaca novel ini adalah penggemar Jessica Jung, sehingga bisa memahami beberapa istilah dalam Bahasa Korea. Tetapi, banyak juga pembaca yang awam dengan kata atau istilah dalam Bahasa Korea. Alangkah lebih baik jika penulis memberikan penjelasan atau keterangan mengenai istilah asing tersebut.

Komentar

Postingan Populer